Sekelumit “Revolusi dari Secangkir Kopi”

Halo rekan-rekan.

Awal taun 2015 kemaren gw baru beres baca buku novel biografi dari @didikfotunadi berjudul Revolusi dari Secangkir Kopi. Dari judulnya aja udah asik banget lah. Dari kopi bisa bikin revolusi. Udah pasti gak jauh-jauh dari revolusi gerakan mahasiswa taun ’98.

Buku itu menceritakan kehidupan penulis dalam rentang usia remaja sampai dewasa muda. Dari jaman lulus SMA sampai kemudian masuk ke kampus ganesha dan menjadi salah satu aktor reformasi di negara kita tercinta. Yang pernah ngerasain jadi mahasiswa terutama di ganesha pasti akan dibuatnya sangat dekat sama kisah penulis. Mulai dari kegamangan mahasiswa baru di masa TPB, kemudian munculnya kegelisahan karena isu-isu & aktivitas kemahasiswaan di kampus yang “MATI”, lalu terjun ke unit pergerakan mahasiswa di PSIK. Ada juga cerita tentang bumbu cinta dengan si “eneng geulis” (gw lupa namanya), juga perjalannya melewati OS himpunan (disebutnya Diksar GEA), dan pada puncaknya cerita “dari balik layar” mengenai Penggulingan Presiden Soeharto Tahun 1998. Bisa dibilang buku ini merupakan kisah “revolutionist in the making“.

Tapi gw gak mau terlalu banyak kasih resensinya, harusnya udah banyak juga yang kasih resensi mah. Gw mau nulis ulang aja (mohon ijin ya Pak Didik) aturan menarik yang dicantumkan Pak Didik di bukunya ini biar gw gak lupa yaitu Aturan Kepemimpinan. Mudah-mudahan bisa diterapkan oleh rekan-rekan yang membaca tulisan ini. Aturan ini disisipkan di penggalan-penggalan kisah yang dialami di tiap rentang kehidupan beliau. Berikut Aturan Kepemimpinan ala Pak Didik dan yang melatarbelakanginya.

1. Kalau kita mau maju, aturlah teman dan orang-orang di sekitar kita — waktu beliau sedang persiapan ujian jadi mahasiswa di kosannya di Malang, tetapi kamarnya sering didatangi teman-temannya sehingga belajarnya terganggu jadi beliau membatasi jam kunjung kamar kos-nya

2. Pemimpin harus satu atau dua tahap lebih maju dibanding anak buahnya. Kalu setara, ia tak akan diikuti. Kalau terlalu jauh, ia akan dianggap gila — waktu beliau pertama orasi bersama kawannya Charly mengenai kaderisasi di depan teman-teman kelas yang dosennya gak jadi dateng

3. Pemimpin harus rela berkorban demi keberhasilan, dan pemimpin sejati dalam hidup adalah Bapak dan Ibu kita — waktu sharing dengan temannya Feld yang hampri gak jadi balik kuliah di Bandung lagi karena ternyata mahasiswa ganesha “segitu” doang

4. Dalam dunia media, bungkus lebih penting dari isi . Buatlah sesuatu yang heboh dan bikin orang penasaran, lalu sampaikan maksud dan tuntutannya, maka Anda akan diberitakan — waktu ada kelompok mahasiswa lain yang melakukan protes tentang kasus Skorsing di kampus berakhir bentrok dengan aparat, cara itu di luar yang sudah disepakati Satgas yaitu aksi damai

5. Kadang tidak penting seberapa cepat maju. Yang lebih penting adalah bagaimana terus melangkah dan melangkah — kekaguman beliau akan kepemimpinan Sawal sebagai ketua Satgas

6. Potong jalan kembalinya, maka terkondisikan lahirnya pemimpin yang andal — waktu beliau gamang jadi ikut tim Satgas membawa kasus Skorsing ke Jakarta atau tidak

7. Segenting apapun situasinya, sebuah oraganisasi harus tetap menjalankan kaderisasi. Hal mendesak itu harus dilakukan sebab mempersiapkan generasi tak boleh ditinggalkan — mengenai kaderisasi unit PSIK angkatan beliau yang tetap harus berjalan meskipun kemahasiswaan sedang “perang”

8. Jika ingin memimpin maka kuasai dan aturlah informasi. Jika ingin mengalahkan musuhmu, maka putuskan akses informasinya — saat media dibungkam oleh Komisi IX, Menteri, dan Rektor agar tidak memberitakan mengenai kasus Skorsing, padahal media lah ujung tombak mahasiswa untuk membentuk opini masyarakat yang menjadi kekuatnanya

9. Setelah semua keheroikan dan perjuangan dilakukan, saatnya memasuki esensinya — waktu akhirnya Satgas mengambil jalan tengah untuk win-win solution kasus Skorsing

10. Pemimpin harus tegas. Ada saatnya tidak melibatkan perasaan dalam keputusan — saat beliau akhirnya memberikan “konsekuensi” kepada temannya di Diksar GEA

11. Hal utama dalam kaderasisi adalah mengubah sudut pandang – pemikiran, sebab perubahan pemikiran akan mengubah segalanya — kisah Rara, juniornya di PSIK yang tercerahkan karena mentoring kemahasiswaan di kampus

12. Seberat apapun tugas, jika didukung jaringan yang kuat dan dilakukan secara team work, niscaya akan mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin — kisah mengenai persiapan “Penculikan” oleh teman-teman PSIK

13. Jangan sembarangan percaya pada orang yang baru dikenal — kisah mengenai pelaksanaan “interogasi” rangkaian dari “Penculikan”

14. Sekali terjangkit, jiwa berani dan sikap pemimpin akan selalu melekat di sana — penutupan “Penculikan”

15. Mimpi bersama atau musuh bersama tak jauh berbeda, mampu melenyapkan pertentangan sepele antaranggota dan akan segera menguatkan ikatan emosi satu sama lainnya — waktu mahasiswa jadi barikade rekan-rekanya yang lain di gedung DPR/MPR taun ’98

16. Kekuatan utama gerakan mahasiswa, bukanlah pisau tajam atau senapan, tapi moral dan hati nurani — saat rekan-rekan mahasiwa yang datang ke gedung DPR/MPR taun ’98 semakin banyak

Oya, ada bagian yang paling berkenan buat gw selain soal reformasi ’98 yaitu cerita soal budaya wisuda kampus yang emang tetap meriah & keras dari dulu dan mengenai “Penculikan”, menurut gw itu ide gila banget dan pasti mengena buat teman-teman yang dikader dengan jalan penculikan tersebut.

Sekian dulu deh, yang penasaran langsung cari aja di toko buku. Atau hubungi saya kalau mau minjem. Asal dikembalikan.

Ciao!

nb: buku yang gw dapet halamannya kacau kebolak baliknya di bab tentang wisuda dan gw baru sadar setelah sekian lama dari pembelian jadi mau dibalikin ke penerbit juga udah ilang notanya hehe mayan bikin capek bacanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s