Belok Kanan: Timbuktu

Tenang, meski ini judulnya mirip buku ini, saya tidak bermaksud membuat resensi buku dengan salah satu temanya adalah jelajah. Cuman dimirip-miripin aja kok judulnya, hehe. Ceritanya di sini saya mau kasih liat aja sama orang-orang bahwa jangan takut untuk berjalan-jalan. Untuk melakukan penjelajahan. Bahkan ketika tidak ada tujuan sekalipun. Jangan takut nyasar deh pokonya sob.

Jadi hal ini berawal gara-gara saya membaca sebuah komik anak-anak dari Level Comics dengan rate Dewasa, entah apa yang bikin rate-nya begitu, mungkin karena isi ceritanya suka seenaknya berhenti menggantung di tengah adegan jadi ga cocok buat anak-anak, ntar bingung. Judulnya Tomo’o.

Si anak kecil bernama Tomo’o ini doyan banget melakukan hal aneh. Pernah waktu pulang sekolah menuju rumah dia cuman mau jalan miring, cem kepiting. Kesempatan lain jalan mundur. Bahkan jalan a la Michael Jackson, lupa saya namanya. Namun, yang paling menarik untuk saya adalah saat si Tomo’o ini pulang sekolah dengan rute baru. Secara acak dia memilih untuk berbelok tiap persimpangan. Belok kanan, belok kiri, kanan lagi, kiri lagi. Begitu seterusnya. Saking asyiknya dengan rute baru ini, dia baru sampai rumah sore hari.

Nah dari situ saya kemudian tertarik untuk menjelajah kota Bandung yang sudah cukup lama menjadi salah satu kota yang membesarkan saya. Pertama kali saya lakukan waktu tingkat 3, jaman saya sering tidur di kampus. Seingat saya waktu itu hari Sabtu. Sesudah mandi wangi dan berbekal air putih botol gede, saya dengan pedenya memulai rute Tomo’o. Gerbang depan kampus, belok kiri ke jalan ganesha, belok kanan ke jalan dago, belok kiri ke jalan surapati, belok kanan, kiri, kanan, kiri , terus begitu dengan sesekali diiringi memilih jalan lurus juga sih. Bukan cuman masuk ke jalan-jalan besar, saya pun sempat nyusruk-nyusruk ke jalan tikus dengan jarak rumah yang amat rapat. Dan tiba-tiba saja saya sudah sampai di Jalan Braga.

Ya Jalan Braga yang merupakan salah satu jalan fenomenal menurut saya. Di situ saya memutuskan untuk mengakhiri jelajah ini. Pada kesempatan itu, baru saya menyadari bahwa di Braga unik. Selain batu andesit menggantikan aspal, meski sudah banyak yang mulai lepas, bisa lah disebut Braga ini ‘jalan berseni’. Mulai dari toko yang menjual aksesoris aneh-aneh, perabot rumah yang tidak sekedar untuk dipakai tapi bisa dinikmati, galeri lukis yang mau ngelukis lo langsung di tempat siapa tahu Anda mau dilukis layaknya Rose di Titanic, kafetaria ciamik berkelas (favorit saya Braga Permai), dan gaya bangunan di situ yang masih cem-cem jaman dulu, arsitekturnya lawas. Cocok tuh bagi yang suka foto-foto, apalagi di malam hari suasananya asik.

Sudah puas main-main di Braga sampai sore, saya pun pulang dengan rute baru lagi sesuai Tomo’o tadi. Belok kanan belok kiri lurus belok kanan belok kiri lurus dsb sampailah kemudian di kampus kembali pada malam hari. Oh senangnya.

Saya melakukan rute Tomo’o ini dengan berjalan kaki. Seluruhnya. Namun, tidak salah jika Anda mencobanya dengan mengendarai sepeda, sepeda motor, mobil, ya kendaraan pribadi lah. Ga enak juga kan minta ke supir/nakhoda/pilot buat belok seenaknya hehe.

Dengan mencoba rute baru, mencoba ‘tersesat’, mencoba penjelajahan baru, akan semakin banyak dunia yang tersibak. Semakin banyak kakimu mengecap bau tanah, meski sudah banyak yang tertutup aspal, beton, entah apapun itu. Semakin banyak potret dunia yang kau lihat.

Jangan pernah takut tidak punya tempat tujuan. Jangan pernah malu untuk menemui jalan baru. Jangan bingung menentukan pilihan belok ke mana. Sebab, siapa tahu tiba-tiba di papan penunjuk jalan berikutnya akan terpampang ‘Belok Kanan: Timbuktu’.

Selamat menjelajah.

 

nb: – timbuktu itu salah satu tempat yang ingin saya tuju di dunia ini, tempat pelarian Donal Bebek sewaktu dikejar utang sama Paman Gober
– ini tulisan udah ngendon di draft begitu lama, ada kali setaun lebih, jadi sori-sori kalo udah banyak terdistraksi dari ide awalnya hehehe

 

* Ditulis sembari mendengankan kompilasi Bromixtape 1 edisi 2012 dari mbok Giby

 

 

Advertisements

4 Comments

      1. ntar yah, kalo gw udah sempet pinjem gitar lagi buat rekaman. itu suara gw mah udah beres take, tapi gitarnya berantakan #gaya

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s