Seputaran Bandung-Bali-Lombok-Bali-Surabaya-Bandung

Bukan-bukan, ini bukan tentang rincian atau itinerary perjalanan saya dan 4 orang lainnya ke bagian GMT+8. Itu mah urusannya Mbok Giby hehehe. Saya mah cuman mau memberikan catatan kecil kegiatan yang saya lakukan bersama Dianlisa Ekaputri, Mustafa Ihsan, Gabriella Alodia, dan Firmansyah. Hanya sebagai pengingat untuk saya pribadi, mungkin untuk yang ikut serta di dalamnya bisa mengerti. Agar kita tidak lupa bahwa kita ber-5 pernah melakukan kegiatan yang masih terasa seperti mimpi. Kegiatan yang membuat saya tidak berhenti menyanyikan potongan lirik ‘Tanah Airku Indonesia, Negeri Elok Amat Kucinta’.

Berikut catatan kecil saya:

  • Jangan lupa memastikan bagasi dan memindahkan barang-barang ke carrier terbesar, dan menimbangnya terlebih dahulu. Rebek sendiri pas udah di bandara kan lucu
  • Ruang tunggu bandara husein beneran panas, suasana bisa cem di kereta ekonomi
  • Bandung kota kecil amat indah sewaktu dilihat dari pesawat apalagi di malam hari
  • Orang-orang di komunitas (sekalipun)  peneliti/akademisi usia berapapun, terutama Indonesia, masih banyak yang bertujuan sekedar publish penelitian/nambah kredit di CV, yang mana seharusnya adalah demi kemajuan ilmu dan teknologi
  • Warga Lombok dan Bali semuanya baik dan ramah, sangat, bahkan ke orang baru dikenal sekalipun. Pantes Indonesia terkenal ramah, wong orang luar banyakan maennya ke dua pulau itu hehehe. Hampir semuanya baik dan ramah. Hampir
  • Jalan kaki jarak jauh menggunakan sepatu pantofel sangatlah tidak enak, tapi kalo lepas sepatu (nyeker) lebih tidak beradab lagi, mirip karyawan abis di-PHK
  • Jangan malu untuk bertanya agar tidak sesat di jalan, hanya saja ingat untuk selalu menanyakan beloknya di mana. Sebagian besar orang Lombok selalu bilang ‘lurus saja lurus lurus, kencang’
  • Hindari pelecing kangkung, mendingan pesan ayam bakar madu yang banyak ketika Anda makan di ayam taliwang
  • Pastikan alat snorkel yang lo pake beres, setidaknya pegangin kenceng2, atau menyesal kemudian
  • Oleskan sunblock ke sekujur tubuh terlebih dahulu sebelum bepergian, atau terbakar kemudian
  • Hati-hati menggantung celana di kapal, bahkan ketika kau sudah mampu membaca data angin di daerah sekitar yang sudah kau unduh sebelumnya
  • Hendaknya rajin solat di Lombok, bebas pilih masjid yang mana, mau tiap rakaat pindah juga masjidnya tersedia. Sebelum merasakan susahnya cari masjid di Bali
  • Solat Ied di Singaraja, Bali Utara, udah cem upacara bendera bro, hehehe (tepatnya solat Idul Adha di MUI/Masjid Ukhuwah Islamiyah)
  • Sesudah sendawa berlebihan di kala snorkel, mending segera istirahat di kapal, atau tewang kemudian
  • Oh, orang Jawa juga tidak kalah baiknya. Mau mencarikan kami-yang-kesorean-dari-Menjangan tumpangan ke Gilimanuk. Dan kami sangat bersyukur bisa bercengkerama dengan sekeluarga asli Bali yang baru saja tamasya mandi air panas sekeluarga (kata gaby, ibu itu bercerita kalo dia sekeluarga pernah keliling pura di Jawa dan tidur di pura tiap malamnya, mungkin mirip ziarah wali songo bagi yang melaksanakan ya)
  • Ngemper 6 jam di pelabuhan harus lo lewati dengan mengoleskan anti-nyamuk terlebih dahulu. Akan lebih syahdu sekiranya dilewati dengan Mie Rebus/Goreng + Telor juga. Dan tentunya nilai tambah adalah melewatinya bersama bro bro yang asik berattt, tau tau udah jamnya beli tiket (Tambahan: terima kasih biduan bersuara merdu dan derita seorang biasa yang ngidam ambil sertifikasi selam yang membuat saya tetap terjaga)
  • Fasilitas pemesanan tiket kereta api jauh-jauh hari sangat membantu agar tidak kehabisan jatah
  • Bersyukurlah saya tinggal di Jawa, bisa merasakan indahnya naik kendaraan umum satu ini, sensasi luar biasa sewaktu memasuki terowongan. Ditambah satpamnya rajin bekerja bahkan di kereta ekonomi saya kena P1 saat batang kedua setelah batang pertama aman
  • Hati-hati memilih tempat duduk di kereta, bisa-bisa dikira ngebuntingin anak orang, atau diajak ketemu Obama di Amerika Serikat
  • Sebelum mengisi TTS, cek kelengkapan semua nomor di kotaknya
  • Ketahuilah perbedaan mingkem kala tidur dengan tidur menghadap kursi kereta
  • Malah Dicubo sangat enak dalam kondisi apapun
  • Jangan lupa membawa kunci kosan, atau mengemper-lagi kemudian

Ya. Saya berterima-kasih kepada semua tim yang bertugas dan mempunyai andil sekecil apapun dalam berlangsungnya kegiatan ini, terutama kepada 4 teman saya.

Saya sangat bersyukur mampu melakukan perjalanan lengkap ini. Darat-Laut-Udara (beneran cem ruang lingkup ilmu Geodesi lah hahaha.cem Antimo juga boleh lah.apapun). Pesawat-Kapal-Mobil-Motor-Kereta. Satu yang kurang hanya waktu broh.

Sekian.

Advertisements

2 Comments

  1. lo ngemper lagi ujungnya yas? lolopade siiiiiiiiiiih gw tawarin ke kontrakan gw pada ga mau, huh! masih pengen nangis gw bacanyaa~~ :’D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s