tanpa keinginan memiliki
seperti edelweiss
yang kubiarkan memancar elegan
di padangnya
seperti anggrek
yang kubiarkan memancar indah
di hutannya
seperti mawar
yang kubiarkan memancar wangi
di tamannya
tanpa ingin kucabut
tanpa ingin kubawa pulang
tanpa ingin kuambil kecantikannya
atau sekedar kupamerkan kepada karibku
hanya ingin dirimu memancar
hingga tiba saatnya nanti
Selasa, 00.05 waktu laptop di sanggar
P.S: i love her.but i’m done chasing
Tanpa tujuan, Tanpa rencana, Tanpa harapan
Itu tips menjadi enterpreneur sejati dari “presiden” enterpreneur Indonesia, om Bob Sadino.
Tanpa tujuan
Beliau menjalani bisnis yang dimulainya dari menjual telur door-to-door tanpa tujuan. Kenapa harus dibatasi dan terkurung oleh tujuan? Kita sering terpaku hanya kepada satu titik yang sudah kita buat. Ya, tujuan itu sendiri. Sehingga kadang kita lupa bahwa sebenarnya kemampuan kita sangat bisa untuk melampaui tujuan yang sudah ditetapkan. Jadi, untuk apa mempunyai tujuan. Bebaskan pikiran kita, kembangkan diri semaksimal mungkin, dan jalankan saja.
Tanpa rencana
Rencana hanya untuk orang-orang yang ‘tahu’ ilmu manajemen, bukan ‘mengerti’. Sering kita ingin memulai melakukan sesuatu tetapi terlalu takut. Takut resiko, takut salah, takut gagal, takut ini, takut itu. Sehingga kita terlalu lama memikirkan rencana yang zero mistakes. Bahkan kita sering lagi menambahi dengan rencana A, rencana B, dst. Lalu untuk apa ada rencana yang matang dan memakan waktu kalau masih perlu rencana cadangan. Justru dengan segera mulai melangkah lah kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya. Karena hidup ini sudah ada Master Planner-nya (Allah SWT). Mungkin setelah A, langsung lompat ke M, ke Z, atau kembali lagi ke D. Siapa yang tahu. Kalau kita tidak mencoba. Maka mulailah melangkah, tak usah takut, cuma satu langkah kok.
Tanpa harapan
Pikiran ini muncul dari kondisi terlalu banyak harapan yang tidak menjadi kenyataan. “Bukankah itu goblok namanya? sudah tahu tidak bakal terwujud masih tetap berharap,”. Beliau juga bilang harapan mempunyai sisi negatif salah satunya bisa menutup opsi lain dalam memotivasi diri untuk mencapai sesuatu. Semakin banyak berharap, bersiap-siaplah mendapatkan banyak kekecewaan.
Itu ocehan om Bob. Bisa benar, bisa salah. Coba selami lebih dalam. Beliau juga bilang, jangan pernah memfotokopi kehidupan orang. Amati-serap-modifikasi. Dan kita bisa melebihi siapapun. Kuncinya, segeralah melangkah.
*Bagi yang ingin membaca lebih lengkap kisahnya, silakan baca “Belajar Goblok dari Bob Sadino” karangan Dodi Mawardi – Kintamani Publishing
Blog
Mencoba menulis. Mencoba menggali apa yang bisa saya bagi. Siapa tahu berguna. Atau mungkin hanya menjadi sampah.
Teringat dulu pernah baca buku, di bagian awalnya ada puisi tentang buku. Lupa tepatnya bagaimana bunyinya. Yang jelas menceritakan keraguan untuk menyelami apa isi buku itu. Mungkin menyeramkan. Bisa saja menyenangkan. Atau membawa kesedihan. Membimbingmu mengenal dunia. Bahkan membuatmu takut untuk membaca buku lagi. Namun kalau kita tak pernah membukanya, kita tak pernah tahu apa yang dibawanya.
Saya harap Anda tidak terlalu takut untuk membuka, mengobrak-abrik, mencaci-maki, mencampakkan, menyelami, memberikan komentar, berdiskusi bersama, dari apa yang bisa saya bagi. Sekian.