diazprasetyo

let's discuss more

tanpa keinginan memiliki

with 3 comments

seperti edelweiss

yang kubiarkan memancar elegan

di padangnya

 

seperti anggrek

yang kubiarkan memancar indah

di hutannya

 

seperti mawar

yang kubiarkan memancar wangi

di tamannya

 

tanpa ingin kucabut

tanpa ingin kubawa pulang

tanpa ingin kuambil kecantikannya

atau sekedar kupamerkan kepada karibku

 

hanya ingin dirimu memancar

hingga tiba saatnya nanti

 

Selasa, 00.05 waktu laptop di sanggar

 

P.S: i love her.but i’m done chasing

Written by diazprasetyo

July 19, 2011 at 00:09

Posted in Uncategorized

Tagged with

Tanpa tujuan, Tanpa rencana, Tanpa harapan

with 5 comments

Itu tips menjadi enterpreneur sejati dari “presiden” enterpreneur Indonesia, om Bob Sadino.

Tanpa tujuan

Beliau menjalani bisnis yang dimulainya dari menjual telur door-to-door tanpa tujuan. Kenapa harus dibatasi dan terkurung oleh tujuan? Kita sering terpaku hanya kepada satu titik yang sudah kita buat. Ya, tujuan itu sendiri. Sehingga kadang kita lupa bahwa sebenarnya kemampuan kita sangat bisa untuk melampaui tujuan yang sudah ditetapkan. Jadi, untuk apa mempunyai tujuan. Bebaskan pikiran kita, kembangkan diri semaksimal mungkin, dan jalankan saja.

Tanpa rencana

Rencana hanya untuk orang-orang yang ‘tahu’ ilmu manajemen, bukan ‘mengerti’. Sering kita ingin memulai melakukan sesuatu tetapi terlalu takut. Takut resiko, takut salah, takut gagal, takut ini, takut itu. Sehingga kita terlalu lama memikirkan rencana yang zero mistakes. Bahkan kita sering lagi menambahi dengan rencana A, rencana B, dst. Lalu untuk apa ada rencana yang matang dan memakan waktu kalau masih perlu rencana cadangan. Justru dengan segera mulai melangkah lah kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya. Karena hidup ini sudah ada Master Planner-nya (Allah SWT). Mungkin setelah A, langsung lompat ke M, ke Z, atau kembali lagi ke D. Siapa yang tahu. Kalau kita tidak mencoba. Maka mulailah melangkah, tak usah takut, cuma satu langkah kok.

Tanpa harapan

Pikiran ini muncul dari kondisi terlalu banyak harapan yang tidak menjadi kenyataan. “Bukankah itu goblok namanya? sudah tahu tidak bakal terwujud masih tetap berharap,”. Beliau juga bilang harapan mempunyai sisi negatif salah satunya bisa menutup opsi lain dalam memotivasi diri untuk mencapai sesuatu. Semakin banyak berharap, bersiap-siaplah mendapatkan banyak kekecewaan.

Itu ocehan om Bob. Bisa benar, bisa salah. Coba selami lebih dalam. Beliau juga bilang, jangan pernah memfotokopi kehidupan orang. Amati-serap-modifikasi. Dan kita bisa melebihi siapapun. Kuncinya, segeralah melangkah.

*Bagi yang ingin membaca lebih lengkap kisahnya, silakan baca “Belajar Goblok dari Bob Sadino” karangan Dodi Mawardi – Kintamani Publishing

Written by diazprasetyo

July 3, 2011 at 17:04

Posted in buku, enterpreneur

Blog

leave a comment »

Mencoba menulis. Mencoba menggali apa yang bisa saya bagi. Siapa tahu berguna. Atau mungkin hanya menjadi sampah.

Teringat dulu pernah baca buku, di bagian awalnya ada puisi tentang buku. Lupa tepatnya bagaimana bunyinya. Yang jelas menceritakan keraguan untuk menyelami apa isi buku itu. Mungkin menyeramkan. Bisa saja menyenangkan. Atau membawa kesedihan. Membimbingmu mengenal dunia. Bahkan membuatmu takut untuk membaca buku lagi. Namun kalau kita tak pernah membukanya, kita tak pernah tahu apa yang dibawanya.

Saya harap Anda tidak terlalu takut untuk membuka, mengobrak-abrik, mencaci-maki, mencampakkan, menyelami, memberikan komentar, berdiskusi bersama, dari apa yang bisa saya bagi. Sekian.

Written by diazprasetyo

July 3, 2011 at 09:20

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.